Category Kesehatan

Melahirkan Bayi Kembar Secara Normal, Bisa Tidak Ya?

Tahukah Anda bahwa persalinan bayi kembar memiliki tingkat resiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan persalinan bayi tunggal. Semua persiapan yang dilakukan dibutuhkan harus melalui pemikiran yang sangat matang, sehingga proses yang terjadi bisa berjalan dengan lancar.

Mungkin banyak ibu yang hamil anak kembar merasa khawatir akan proses yang akan terjadi nantinya, jika mereka melahirkan dengan cara yang normal. Karena banyak resiko yang akan ditimbulkan, jika persalinan tersebut dilakukan tanpa persiapan yang matang.

Namun, bagi anda yang masih menginginkan proses persalinan yang normal,  jangan khawatir. Karena anda bisa mengkonsultasikannya dengan dokter lahiran ibu, sehingga anda akan mendapatkan informasi perihal apa saja kriteria yang dibutuhkan untuk memenuhi persyaratan melahirkan bayi kembar dengan cara normal.

Apa sajakah kriteria agar anda bisa melahirkan bayi kembar secara normal?

  1. Perhatikan posisi bayi

Jika anda menginginkan proses persalinan yang normal, pastikan kedua bayi yang ada di dalam kandungan berada pada posisi yang sama. Yaitu kepala berada di bawah. Posisi tersebut menjadi posisi aman yang memungkinkan bayi kembar lahir secara normal. Karena mereka akan melewati jalan lahir dengan lancar tanpa harus proses operasi.

  • Pastikan ibu tidak memiliki masalah kesehatan

Jika anda sudah memastikan bahwa anda tidak memiliki komplikasi atau penyakit bawaan, anda bisa memiliki kesempatan untuk melahirkan bayi kembar secara normal. Karena kondisi kesehatan dari si ibu, merupakan salah satu hal yang paling penting dan harus diperhatikan selama masa persalinan.

Jika anda memiliki penyakit bawaan seperti diabetes atau preeklampasia, anda tidak dianjurkan untuk melahirkan dengan cara yang normal. Silahkan konsultasikan kondisi Anda dengan dokter lahiran bayi untuk mendapatkan saran terbaik.

  • Lakukan USG untuk memastikan kepala bayi pertama ada di bawah

Setelah melakukan USG, anda akan mendapatkan informasi apakah kepala bayi pertama berada di posisi yang tepat atau tidak. Karena meskipun bayi kedua berada di posisi yang sungsang, dokter masih bisa mengupayakan untuk memperbaiki posisi bayi kedua asalkan posisi kepala bayi pertama berada di bawah.

Bagaimana, apakah Anda sudah memastikan bahwa semua kriteria tersebut bisa anda penuhi tanpa kekurangan satu syaratpun? Jika sudah, mari kita cari tahu gambaran umum yang akan anda hadapi ketika melahirkan bayi kembar dengan proses yang normal.

  • Persalinan terjadi di ruang operasi

Meskipun tidak menggunakan proses operasi, proses persalinan bayi kembar secara normal tetap dilakukan di ruang operasi karena persalinan bayi kembar memiliki kemungkinan tinggi untuk mengalami komplikasi. Maka dari itu, banyak dokter yang menyarankan agar persalinan bayi kembar dilakukan di rumah sakit.

Selain alat-alat yang memadai, rumah sakit biasanya memiliki staf yang sangat kompeten untuk menangani keadaan-keadaan darurat yang tidak diharapkan.

  • Dokter lebih mengawasi proses persalinan

Persalinan bayi kembar, biasanya lebih diperhatikan secara khusus oleh dokter dengan dua atau lebih monitor janin. Hal ini dilakukan karena dokter membutuhkan informasi yang responsif terhadap setiap kontraksi yang dilakukan oleh si bayi.

Biasanya, dokter akan memantau secara internal bayi pertama yang akan keluar. Lalu bayi kedua akan dipantau secara eksternal.

  • Jarak antara bayi pertama dan kedua tidak terlalu jauh

Proses persalinan bayi kembar yang normal, biasanya tidak akan berlangsung lama. Karena posisi bayi pertama berada dekat dengan jalan lahir, membuat proses berlangsung dengan lancar. Sehingga biasanya jarak antara bayi pertama dan kedua berjarak sekitar 10 sampai 30 menit.

Nah, itulah gambaran umum dari proses persalinan bayi kembar yang akan anda hadapi. Jangan khawatir, jika memang anda berada dalam kondisi yang normal, sehat, dan tidak menderita penyakit bawaan. Persalinan normal bisa berjalan dengan lancar dan aman.

Read More